Kamis, 02 April 2015

Arung Jeram Sungai Palayangan

WISATA yang ada diluar ruang Situ Cileunca menghidangkan kesan yang tidak sama. Ruang situ yang rimbun serta dingin dibarengi luas serta beningnya danau berikan perasaan damai. Tidak sama bila beberapa penyuka tantangan inginkan sajian wisata yang tidak sama. Wisatawan bisa ikuti aktivitas paket rafting di pangalengan, arung jeram serta paintball.

Untuk rafting awalannya peserta di beri arahan oleh instruktur perihal standard keamanan pemakaian pelampung serta helm, termasuk juga bagaimana caranya mendayung. Kemudian peserta dipandu menuju perahu karet yang dapat menyimpan seputar enam hingga tujuh peserta. Jumlah peserta sesuai dengan tehnik berarung jeram. Peserta bakal diberikan tour rafting sekalian tehnik berarung jeram. Dua orang paling depan di beri dayung serta berbarengan seseorang instruktur mengarungi danau. Cukup kuras tenaga, lantaran peserta di perahu yang sejumlah 7 orang. Peserta dibawa ke arah sumber aliran air Sungai Palayangan serta lihat bagaimanakah aliran sungai masuk ke aliran danau, yang dikaitkan oleh suatu sumur sedalam 20 mtr.. Peserta lantas turun dari perahu serta menyeberangi jembatan menuju Sungai Palayangan.

arung jeram sungai palayangan

Untuk tehnik berarung jeram, peserta diharuskan sesuaikan posisi duduk dengan keadaan perahu. Keadaan perahu saat menabrak batu sungai serta pada akhirnya terjerat, mengharuskan peserta menggeser tubuh perahu. Kapal karet diseimbangkan dengan menarik tali perahu ke arah sesuai sama berubahnya tempat duduk peserta, pada kiri atau kanan. Pada awal mulanya, instruktur, satu orang per-perahu berikan aba-aba kearah mana peserta mesti bertukar posisi. Posisi perahu yang terjerat, aliran air yang deras dan pemakaian tenaga untuk menarik perahu menaikkan kemelut serta meningkatkan adrenalin.

Diluar itu, ada aba-aba untuk mengubah posisi jadi jongkok serta masuk kedalam perahu saat perahu bakal masuk kesebuah jeram. Hal semacam ini ditujukan supaya peserta tak terlempar keluar perahu sekalian menyeimbangkan tubuh perahu. Dengan jalur selama 5 Km, saat tempuh sampai satu jam 30 menit. Cukup melelahkan, terlebih ditambah dengan perjalanan kembali menuju ruang situ. Melalui lokasi perkebunan teh, dengan memakai mobil tua bermodel pintu belakang, peserta sekali lagi lewat jalur penuh tantangan, lantaran keadaan jalan yang berbatu, seperti jalur off-road.

Terkecuali arung jeram, wisatawan bisa ikuti arena paintball. Jarak yang ditempuh menuju arena paintball seputar 100 mtr., melalui jalan raya dengan panorama perkebunan teh. Arena yang disedikan seluas 30x20 mtr.. Arena dipenuhi barikade yang terbuat dari tanah serta kayu juga sebagai tempat berlindung peserta. Peserta bakal disiapkan memakai pelindung kepala (helmet), serta seragam tentara. Seragam diwarnai dengan garis hijau atau kuning juga sebagai pemberi tanda anggota tim. Peserta sejumlah 6 sampai delapan tiap-tiap timnya.

Ketika kompetisi, instruktur bakal berikan arahan memakai pengeras nada. Peserta bakal sama-sama merebut bendera yang ada di dalam arena. Ketentuan yang dipakai yakni dilarang menembak dalam jarak 5 mtr., saat tertembak peserta mesti keluar atau mundur serta bisa maju lagi, peserta yang kehabisan peluru mesti keluar, serta peserta yang tertembak saat membawa bendera mesti mundur serta bendera disimpan pada posisi di mana pembawa bendera tertembak.

Nada tembakan, teriakan instruktur serta desingan peluru menaikkan kemelut kompetisi. Dalam kompetisi, arahan instruktur nyatanya sangatlah susah untuk diaplikasikan. Hubungan kerja tim serta sulitnya mengarahkan tembakan jadi masalah tiap-tiap peserta. Penulis sendiri tertembak 2 x di kepala, pertama peluru menyerempet di bagian rambut hingga peluru tak pecah, tetapi merasa cukup sakit. Ke-2, penulis tertembak pada helmet, pas didepan mata. Peluru yang gampang pecah mengakibatkan tiadanya hentakan pada kepala, tetapi cukup menaikkan kemelut kompetisi paintball.Demikian sedikit informasi mengenai arung jeram sungai palayangan.